- Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Kurt Lewin (1946)
Model Kurt Lewin adalah model yang selama ini menjadi acuan atau pokok dasar dari berbagai model-model action research lainnya. Kurt Lewin adalah orang pertama yang memperkenalkan action research. Konsep pokok action research menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, diantaranya yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen-komponen tersebut dipandang sebagai satu siklus. Model PTK menurut Kurt Lewin dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.
Model Kemmis dan Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin, hanya saja komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama. Dalam perencanaannya, Kemmis menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting), dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan permasalahan. Model PTK menurut Kemmis & Taggart dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.
3. Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) John Elliot (1991)
Model ini diperkenalkan dan
dikembangkan oleh John Elliot. John Elliot adalah seorang pendukung gerakan “guru sebagai
peneliti”. Beliau selalu berusaha mencari cara-cara baru untuk mengembangkan
jaringan penelitian. Tindakan dan berhubungan dengan pusat-pusat jaringan
penelitian yang lain. John Elliot dan Delman bekerja bersama-sama dengan guru di
kelas, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi mereka sebagai kolaborator atau
teman sejawat guru. Melalui partisipasi seperti ini, mereka membantu guru untuk
mengadopsi suatu pendekatan penelitian untuk pekerjaannya. John Elliot setuju dengan
ide dasar langkah-langkah tindakan refleksi yang terus bergulir dan kemudian
menjadi suatu siklus seperti yang dikembangkan Kemmis. Namun, skema
langkah-langkahnya lebih rinci dan berpeluang untuk lebih mudah diubah sehingga
sebenarnya dia telah membuat suatu diagram yang lebih baik.
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam memahami langkah-langkah yang ada di dalam model PTK yang dikembangkan
oleh Dave Ebbutt, John Elliot dan Kemmis. Bila guru akan menerapkan atau mengadopsi untuk
penelitian tindakan kelas dalam praktik di kelasnya, guru harus memahami betul
apa yang dimaksud oleh masing-masing penulis. Di samping itu, guru atau
peneliti harus mengetahui penggunaan data dan keterbatasan skema-skema tersebut
bila dipraktikan dalam penelitian tindakan. Beberapa keterbatasan
langkah-langkah di dalam model PTK ini antara lain:
- Adanya gerakan yang mulai menjauh dari gerakan ajaran Kurt Lewin semula.
- Skema-skema kelihatannya rapuh dan membingungkan.
- Skema-skema tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan hal-hal baru yang menjadi fokus utamanya, dan
- Skema tersebut tidak begitu saja cocok untuk diikuti.
Model PTK menurut John Elliot dapat
dilihat seperti pada gambar berikut ini.
4. Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Dave Ebbutt (1985)
Model PTK
ini dikembangkan oleh Dave Ebbut. Model ini didasari oleh pemikiran Kemmis dan John Elliot. Dalam pengembangannya, Dave Ebbutt kurang begitu sependapat dengan
interpretasi John Elliot tentang karya Kemmis. Perasaan kurang setuju Dave Ebbutt (1983)
disebabkan karena Kemmis menyamakan penelitiannya dengan hanya temuan fakta.
Sedangkan kenyataannya, Kemmis dengan jelas menunjukan bahwa penelitian terdiri
atas diskusi, negosiasi, menyelidiki dan menelaah kendala-kendala yang ada.
Jadi sudah jelas ada elemen-elemen analisisnya dalam model Kemmis.
Selanjutnya, Dave Ebbutt berpendapat
bahwa langkah-langkah yang dikembangkan oleh Kemmis (“Spiral Kemmis”) bukanlah
yang paling baik untuk mendeskripsikan adanya proses tindakan dan refleksi.
Memang pada kenyataannya, Dave Ebbutt sangat memperhatikan alur logika penelitian
tindakan dan beliau juga berusaha memperlihatkan adanya perbedaan antara teori
sistem dan membuat sistem-sistem tersebut ke dalam bentuk kegiatan operasional.
Model PTK menurut Dave Ebbutt dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.





Kelebihan :
BalasHapus1. Bahasa yang digunakan sangat sopan
2. Kalimat yang di gunakan runtut
3. Cover sangat menarik sehingga pembaca tidak bosan.
Kekurangan :
1. Penjelasan sedikit kurang lengkap
Martiana Putri 1903050013
BalasHapusKelebihan:
1. Bahasa yang digunakan mudah dipahami
2. Tema dan warna yang digunakan menarik dan sesuai
3. Materi yang dituliskan lengkap.
Kekurangan :
1. Kurangnya gambar yang lebih jelas