Senin, 27 September 2021

Model-Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

 



  1. Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Kurt Lewin (1946)

Model Kurt Lewin adalah model yang selama ini menjadi acuan atau pokok dasar dari berbagai model-model action research lainnya. Kurt Lewin adalah orang pertama yang memperkenalkan action research. Konsep pokok action research menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, diantaranya yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen-komponen tersebut dipandang sebagai satu siklus. Model PTK menurut Kurt Lewin dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.


2. Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Kemmis dan Mc Taggart (1988)

Model Kemmis dan Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin, hanya saja komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama. Dalam perencanaannya, Kemmis menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting), dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan permasalahan. Model PTK menurut Kemmis & Taggart dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.



3. Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) John Elliot (1991)

Model ini diperkenalkan dan dikembangkan oleh John Elliot. John Elliot adalah seorang pendukung gerakan “guru sebagai peneliti”. Beliau selalu berusaha mencari cara-cara baru untuk mengembangkan jaringan penelitian. Tindakan dan berhubungan dengan pusat-pusat jaringan penelitian yang lain. John Elliot dan Delman bekerja bersama-sama dengan guru di kelas, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi mereka sebagai kolaborator atau teman sejawat guru. Melalui partisipasi seperti ini, mereka membantu guru untuk mengadopsi suatu pendekatan penelitian untuk pekerjaannya. John Elliot setuju dengan ide dasar langkah-langkah tindakan refleksi yang terus bergulir dan kemudian menjadi suatu siklus seperti yang dikembangkan Kemmis. Namun, skema langkah-langkahnya lebih rinci dan berpeluang untuk lebih mudah diubah sehingga sebenarnya dia telah membuat suatu diagram yang lebih baik.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami langkah-langkah yang ada di dalam model PTK yang dikembangkan oleh Dave Ebbutt, John Elliot dan Kemmis. Bila guru akan menerapkan atau mengadopsi untuk penelitian tindakan kelas dalam praktik di kelasnya, guru harus memahami betul apa yang dimaksud oleh masing-masing penulis. Di samping itu, guru atau peneliti harus mengetahui penggunaan data dan keterbatasan skema-skema tersebut bila dipraktikan dalam penelitian tindakan. Beberapa keterbatasan langkah-langkah di dalam model PTK ini antara lain:

  1. Adanya gerakan yang mulai menjauh dari gerakan ajaran Kurt Lewin semula.
  2. Skema-skema kelihatannya rapuh dan membingungkan.
  3. Skema-skema tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan hal-hal baru yang menjadi fokus utamanya, dan
  4. Skema tersebut tidak begitu saja cocok untuk diikuti.

Model PTK menurut John Elliot dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.


 4. Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Dave Ebbutt (1985)

Model PTK ini dikembangkan oleh Dave Ebbut. Model ini didasari oleh pemikiran Kemmis dan John Elliot. Dalam pengembangannya, Dave Ebbutt kurang begitu sependapat dengan interpretasi John Elliot tentang karya Kemmis. Perasaan kurang setuju Dave Ebbutt (1983) disebabkan karena Kemmis menyamakan penelitiannya dengan hanya temuan fakta. Sedangkan kenyataannya, Kemmis dengan jelas menunjukan bahwa penelitian terdiri atas diskusi, negosiasi, menyelidiki dan menelaah kendala-kendala yang ada. Jadi sudah jelas ada elemen-elemen analisisnya dalam model Kemmis.

Selanjutnya, Dave Ebbutt berpendapat bahwa langkah-langkah yang dikembangkan oleh Kemmis (“Spiral Kemmis”) bukanlah yang paling baik untuk mendeskripsikan adanya proses tindakan dan refleksi. Memang pada kenyataannya, Dave Ebbutt sangat memperhatikan alur logika penelitian tindakan dan beliau juga berusaha memperlihatkan adanya perbedaan antara teori sistem dan membuat sistem-sistem tersebut ke dalam bentuk kegiatan operasional. Model PTK menurut Dave Ebbutt dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.



 

   


\\




2 komentar:

  1. Kelebihan :
    1. Bahasa yang digunakan sangat sopan
    2. Kalimat yang di gunakan runtut
    3. Cover sangat menarik sehingga pembaca tidak bosan.

    Kekurangan :
    1. Penjelasan sedikit kurang lengkap

    BalasHapus
  2. Martiana Putri 1903050013

    Kelebihan:
    1. Bahasa yang digunakan mudah dipahami
    2. Tema dan warna yang digunakan menarik dan sesuai
    3. Materi yang dituliskan lengkap.

    Kekurangan :
    1. Kurangnya gambar yang lebih jelas

    BalasHapus

Model-Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

  Model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Kurt Lewin (1946) Model Kurt Lewin adalah model yang selama ini menjadi acuan atau pokok dasar dar...